Senin, November 11, 2013

Tematik : Field Trip & Work Shop

     Hari demi hari, tantangan dan sekaligus tuntutan dunia semakin kompleks. Perubahan setiap kejadian yang terjadi dalam tata kehidupan saat ini bukan hanya menuntut setiap pengelola pendidikan untuk selalu bersikap responsif, akan tetapi juga antisipatif. Kebijakan, visi-misi, hingga menejemen pendidikan dalam hal ini ialah manajemen pembelajaran sudah selayaknya dikemas sebaik mungkin agar lebih efektif, efisien, serta menyenangkan. Upaya untuk mewujudkan proses pembelajaran yang demikian itu tentunya perlu selalu mengedepankan dan memperhatikan jumlah aspek kecerdasan anak didik.


     Sebagaimana diketahui bahwa upaya untuk mengembangkan sejumlah kecerdasan anak tersebut tidaklah mudah. Daya imaji, kreativitas, serta inovasi pendidik dituntut keras untuk berpacu dalam mewujudkan kecerdasan-kecerdasan tersebut. Adapun satu diantara sekian banyak jalan yang dapat ditempuh adalah dengan perubahan metode belajar. Kesadaran untuk selalu merubah metode pembelajaran pendidik telah diamanatkan dengan jelas dalam konstitusi yang bersifat mengikat.

     Dalam hal ini, pendidik di samping dituntut memiliki .... kompetensi profesional (penguasaan materi), juga kompetensi pedagogik. Jika pada tahun 1990an, paradigma pendidik lebih didominasi oleh paradigma lama, maka untuk saat ini guru didorong untuk lebih menggunakan paradigma baru. Paradigma lama lebih menempatkan proses belajar di dalam kelas, mencatat, dan lain sejenisnya. Sementara paradigma baru cenderung merevisi dan bahkan mereformasi bahwa pembelajaran bukan hanya dapat dilakukan didalam kelas (in door), melainkan di luar kelas (out door). Banyak sekali keanekaragaman alam (flora dan fauna) ciptaan Tuhan, situs-situs sejarah, dan lain sebagainya yang dapat dijadikan sebagai media belajar yang efektif dan menyenangkan bagi anak didik.
     


Pasar Seni Gabusan (Pusat Kerajinan dan Souvenir) merupakan salah satu tempat yang dapat dijadikan sebagai wacana kunjungan study tour dan media pembelajaran anak didik. Pasar Seni Gabusan terdapat kurang lebih 400 pengrajin dari 16 los yang terdiri dari 360 kavling kerajinan dan furniture dengan luas area 4,5 ha. Selain lahan parkir yang luas juga lavatory yang memadai untuk rombongan dan arena bermain juga taman yang luas dan nyaman sebagai tempat istirahat. Terdapat kerajinan Batik, kerajinan Kulit, kerajinan Perak dan Logam, kerajinan Kayu, kerajinan Batu keramik dan terracotta, kerajinan Bambu dan Lukisan. Jarak tempuh dari Pusat Kota Yogyakarta sekitar 9,5 km satu jalur ke arah obyek wisata pantai Parangtritis. Lewat metode learning by experience, proses belajar tentu akan lebih efektif dan menyenangkan. Dengan metode demikian sasaran capaian belajar pun tidak hanya pada aspek kognisi, tetapi juga afeksi dan psikomotor. Oleh sebab itu kegiatan ini di anggap penting untuk diselenggarakan, sebagai wujud perubahan metode belajat sekaligus menumbuhkan kecerdasan anak didik terdapat beberapa workshop pelatihan, dimana pengrajin bisa langsung menjadi tutor dan para siswa bisa membawa hasil dari kerajinannya.
Cetak Halaman Ini
Selengkapnya...

Selasa, September 24, 2013

“PendiKar” (Pendidikan Karakter)



video

Sulthonain, Yogyakarta - 23 September 2013. Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam keberlangsungan hidup manusia. Apabila seseorang mempunyai pendidikan otomatis mempunyai wawasan pengetahuan yang baik. Hal ini    menunjukan betapa sangat pentingnya pendidikan bagi kehidupan manusia dan memiliki berbagai fungsi untuk menunjang masa depan seseorang. Fungsi pendidikan nasional adalah seperti yang tertuang dalam Undang Undang No. 20 Tahun 2003 yakni pendidikan nasional berfungsi mengembangkan   kemampuan   dan   membentuk   watak   serta   peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. 

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kepatuhan sebagai nilai, moral dan karakter yang perlu diajarkan kepada peserta didik/siswa sekolah juga merupakan indikator warga negara, sebagai bagian dari karakter respek. Artinya kepatuhan juga menjadi landasan pengembangan kontrol diri dan respek serta menjadi indikator karakter warga suatu negara, termasuk siswa.
 
Bagian dari “PendiKar(Pendidikan Karakter) pada hari Senin tanggal 23 September 2013 di SD Muhammadiyah Sapen Nitikan Yogyakarta patut berbangga karena yang bertugas sebagai penyelenggara Upacara Bendera adalah kelas IV A1, dengan di komandani M. Thoriq Aziz, pengibar bendera Maritza Nadia-Rastra Pratidina-Nasywa Alegraputri, MC Putri Siska Sari, Pembaca UUD 1945 Syazwina Salma, Janji Pelajar Wildan Rafi, Pembaca Do’a Rizqi Anugerah serta Dirigent Rachel Putri Justisia beserta segenap warga kelas IV A1 sebagai pendukung paduan suara, dapat melaksanakan tugas dengan begitu lancar dan berdisiplin tinggi penuh rasa tanggung jawab dalam melaksanakan amanat serta tugas dari sekolah. Dalam kesempatan ini yang bertindak sebagai pembina upacaranya adalah Wali Kelas IV A1 yaitu Bp. Yudy Johari, S. Kom, menambah semangat petugas hingga suasana tertib dan penuh khidmat, dalam isi amanatnya beliau mengajak kepada segenap warga sekolah untuk selalu berbuat yang terbaik dalam segala hal, tepat waktu dan berdisiplin diri, kepada siswa untuk giat belajar dan ber “Fastabiqul Khairot” berlomba dalam kebaikan serta berprestasi setinggi-tingginya.
 

Cetak Halaman Ini
Selengkapnya...

Selasa, Agustus 20, 2013

Halal bi Halal

video


Yogyakarta - 20 Agustus 2013. Bertempat di halaman Masjid Sulthonain Nitikan, segenap civitas akademika mengadakan serangkaian acara Halal bi Halal, acara yang dilaksanakan rutin setiap tahun ini dihadiri oleh semua unsur civitas akademika, guru, karyawan, serta siswa kelas I sampai kelas VI.

     Sementara dalam kesempatan ini bapak Dedie Adyaksa, S. Pd. selaku Guru koordinator sekolah binaan SD Muhammadiyah Sapen di Nitikan Yogyakarta, dalam sambutannya menekankan betapa pentingnya arti silaturahmi bagi setiap unsur, baik guru, karyawan maupun siswa. beliau juga menandaskan bahwa segala sesuatu yang dilaksanakan haruslah sesuai dengan tata cara yang telah menjadi kesepakatan bersama, sehingga ke depannya SD Muhammadiyah Sapen di Nitikan bisa benar - benar menjadi sekolah yang berprestasi, serta berwawasan lingkungan, dan bisa menjadi sekolahan yang nyaman, serta kondusif untuk belajar.  Mengajak kepada semua pihak agar tetap istiqomah menjaga silaturahmi dengan semua unsur yang ada, tak terkecuali dengan bapak / ibu guru karyawan yang kebetulan telah purna dalam menjalankan tugasnya.
Acara kemudian ditutup dengan jabat tangan bersama.


Cetak Halaman Ini
Selengkapnya...